Berusaha menjadi produktif menulis blog di sela - sela waktu kerja itu memang tidak segampang berucap saat deadline presentasi tidak membayangi. Awal bulan dan akhir bulan yang selalu di sibukkan dengan presentasi dan meeting bulanan yang menguras tenaga dan pikiran.
Note : Memaksakan diri ini mengetik sembari pikiran berangan - angan apa saja hal kemarin yang terjadi
Fokus........
Awalnya hanya massager an sama Rofiq memberi tahu buku TPA (Test Potensial Akademik) yang menurutku bagus untuk bekal test kerja. Eh.. langsung aja dia ngirimin undangan pernikahan Fika dengan Fian.. Shock therapy sedikit sih, berhubung saya hanya pengagum rahasianya, It's Ok,(menghela nafas dan berusaha tenang dan bijak). Malah senang dengan kabar ini, semoga dia sering bercerita di blog nya dan saya akan lebih sering untuk membuka dan membaca tulisannya, minimal saya bisa lebih semangat menulis lagi...
Tak sampai disitu dari awalnya hanya buku TPA berlajut ke undangan pernikahan Fika berlanjut ke bully - bullyan macam anak SD atau SMP yang masih hobi ngecengin temennya sendiri. Walaupun usia bertambah dan zaman sudah mulai menggerogoti usai, toh bullyan tetap saja masih ada hingga sekarang. Tapi bedanya sekarang yang dibahas pasti soal pernikahan.
Dan.. tret tet tet tet.......... Tersangka utamanya adalah saya sendiri, selalu yang dipojokkan dalam masalah pernikahan. Entah mengapa yang jadi sasaran selalu diriku dalam hal ini.. Sampai saat ini saya belum menemukan jawabannya.
Namanya juga kawan, bercandaan tiada sensor, bercerita tiada batas. Dari masalah agama sampai masalah wanita. Tak pernah ada batas waktu, jarak dan masa. Kapanmu bisa bebas cerita. Kadang pagi buta udah WA atau BBM. kadang saya sudah mau molorpun di bela- belain melek buat jawab massager
Entah sampai kapan si jomblo - jomblo bahagia ini bisa menemukan cinta. Masih fokus, fokus dan fokus akan kemandirian financial. Ya.. menunggu saat yang tepat dimana waktu, tempat dan orang yang tepat pula yang akan hadir di sisa usia ini.
Sembari bercerita dan menikmati segelas kopi dan buah kecapi yang begitu menggoda di depan meja kerja ini. Sepenggal cerita hari kemarin yang tidak utuh tersaji dalam selembar ini. Walapun keterbatas memori pengingat dan keterbatasan dalam menulis. Sajian ini tak akan cukup mengobati cerita masa lampau yang belum tercover dengan baik di tempat ini.
Disana mungkin cerita ini tak berarti , tapi bagi yang menjalaninya si jomblo - jomblo bahagia, sedikit bisa memberikan ruang bercerita dan memori masa depan yang indah bila dikenang. Biarlah yang sederhana ini bisa memberikan sentuhan makna di masa tua nanti. Kami masih sanggup membangun mimpi - mimpi kami yang belum terwujud, kami masih kuat sendiri membawa bahagia bagi keluarga dan kami tak pernah surut menemukan pendamping dimasa depan kami.
Ya memang belum menemukan tapi kami selalu berupaya, berupaya bekerja dengan jujur dan jauh dari riba, berusaha menghindari zina dengan banyak berpuasa dan berusaha membahagiakan orang tua dengan samampu kita. Biarlah kehidupan di dunia ini misteri yang berujung akan kematian.
Bahagia itu sesederhana tidur nyenyak dimalam hari dan bangun di pagi hari. Kemudahan itu bersama orang yang sabar. Sabar menanti dan sabar berusaha tanpa pernah menyerah.
Disudut Meja Kerja
09/11/2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar