....4 tahun berlalu dengan sebuah kenangan yang sulit terlepas dari
kehidupan ini,. Sedikit menyiksa, namun semua harus dijalani. Memberikan ruang
buat mengingatkan makna kebersamaan dan kekuatan rasa memiliki...
Biarlah saya
sendiri yang merasakan, sejak 4 tahun lalu begitu susah membawa beban ini dari
fikiran yang terus membelenggu. Sampai saat inipun rasa itu tidak akan pernah
sirna, ya sebentar duduk membahas serta menulis kenangan masa lalu yang kadang
malas untuk di share dengan orang lain. Ya ujung dari pertemuan adalah sebuah
perpisahan. Dengan kesempurnaan waktu dan jalan yang indah dari sebuha
hubungan. Setiap argumen dan alasan hanya sebuah ujian dari sebuah ketulusan
mencintai.
Hingga saat
inipun saya masih bisa berdiri dan bertahan dengan kesetiaan ini. Memberikan arti
kebersamaan yang hingga kapanpun masih berasa. Tuhan itu maha adil, dimana saat
ingin melupakan disitu rindu selalu membuntuti jiwanya.
Sekedar
menyemangati diri kala jauh darinya, kekosongan jiwa ini selalu mengalir doa
selalu ingin bersamanya dikemudian hari nanti. Hanya sebuah perasaan yang
kadang tak memiliki masa di tengah kegundahan bercerita.
Membiasakan tanpamu,
membiasakan memberi ruang untuk orang lain, membiasakan mengisi rasa rindu
dengan membaca makna dari sebuah rencana ini. Ruang bertutur cerita yang tak
akan terbiasa dengan segala senyum dan kacamata dari “syurga”, sebuah jelly
yang selalu dibawa kala bertemu dan makan bersama dan makna keluarga yang
hangat saat bertamu di tanah tentram. Tentram selalu jiwa yang dekat denganmu,
tentram selalu kala januari datang dengan penuh cerita.
Di sudut meja kerja
16/11/2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar