Senin, 16 November 2015

Tentram Selalu


....4 tahun berlalu dengan sebuah kenangan yang sulit terlepas dari kehidupan ini,. Sedikit menyiksa, namun semua harus dijalani. Memberikan ruang buat mengingatkan makna kebersamaan dan kekuatan rasa memiliki...

Biarlah saya sendiri yang merasakan, sejak 4 tahun lalu begitu susah membawa beban ini dari fikiran yang terus membelenggu. Sampai saat inipun rasa itu tidak akan pernah sirna, ya sebentar duduk membahas serta menulis kenangan masa lalu yang kadang malas untuk di share dengan orang lain. Ya ujung dari pertemuan adalah sebuah perpisahan. Dengan kesempurnaan waktu dan jalan yang indah dari sebuha hubungan. Setiap argumen dan alasan hanya sebuah ujian dari sebuah ketulusan mencintai.

Hingga saat inipun saya masih bisa berdiri dan bertahan dengan kesetiaan ini. Memberikan arti kebersamaan yang hingga kapanpun masih berasa. Tuhan itu maha adil, dimana saat ingin melupakan disitu rindu selalu membuntuti jiwanya.

Sekedar menyemangati diri kala jauh darinya, kekosongan jiwa ini selalu mengalir doa selalu ingin bersamanya dikemudian hari nanti. Hanya sebuah perasaan yang kadang tak memiliki masa di tengah kegundahan bercerita.

Membiasakan tanpamu, membiasakan memberi ruang untuk orang lain, membiasakan mengisi rasa rindu dengan membaca makna dari sebuah rencana ini. Ruang bertutur cerita yang tak akan terbiasa dengan segala senyum dan kacamata dari “syurga”, sebuah jelly yang selalu dibawa kala bertemu dan makan bersama dan makna keluarga yang hangat saat bertamu di tanah tentram. Tentram selalu jiwa yang dekat denganmu, tentram selalu kala januari datang dengan penuh cerita.

Di sudut meja kerja

16/11/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar