Kamis, 22 Oktober 2015

Dibayar Lunas


Pagi ini begitu indah, masih ada rasa bahagia sisa - sisa dinner semalam bersama team. Namun, mood itu berubah dimana VP meeting dimulai, ya inilah rutinitas setiap pagi yang kadang menjemukan bahkan bisa dibilang gak banget untuk memulai pekerjaan yang seharian butuh ketenangan.

Hmm. sindiran itu begitu mengena dan tak layak untuk diucapkan pada moment yang membosankan seperti ini. Dimana ssi Ade merasakan sindiran tersebut. Ade adalah partner kerja setim yang duduk persis di samping kanan meja kerjaku. Dia butuh good mood untuk kerja seharian agar semua kerjaan beres, beda dengan 7 orang lainnya yang sudah puas bahkan kebal dengan segala sindiran dari pemangku jabatan. 

Sebenarnya saya tak mau ambil pusing dengan permaslahan tersebut, toh masih dalam taraf yang wajar tergantung bagaimana setiap individu menyikapinya. Lain orang lain pandangan, diposisi inilah kadang menjadi pengganggu ketenangan dalam berfikir. Disisi lain hanya bisa tersenyum dan dilain pihak dengan bangga berucap.

Tidak selamanya apa yang diucapkan pemangku jabatan itu menyakitkan, kadang kita butuh hal tersebut untuk kebaikan kita. Ibarat sebuah obat dikala sakit, pahit namun menyembuhkan. Bukankah ini yang kita harapkan untuk menjadi bahan koreksi buat kita, mungkin pemangku jabatan lebih bisa memilah kata untuk mengangkat semangat kita.

Ada saatnya  Allah SWT  menguji kita dengan hal - hal seperti ini,  alangkah ruginya saat kita selalu mengeluh dan tanpa perubahan. Sindiran dan hinaan itu memberi kekuatan dan membangun karakter.  harus bermental baja untuk bisa bertahan terhadap semua ini. Bukankah kita bekerja di pabrik baja.  

Berharap pemangku jabatan lebih bisa mengontrol diri dan ucapan begitupun kami yang harus bisa berusaha dengan baik. Allah SWT punya jalan sendiri buat mengangkat derajat kita menjadi yang lebih baik. Sikapi pemangku jabatan ini dengan senyuman dan sabar. Bagaimanapun berproses, berusaha, bersikap baik itu adalah fitrah manusia. Yup.. fitrah yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.

So, tutup telinga, luaskan hati dan pasrah ke Allah SWT adalah jalan yang terbaik. Biarlah Dzat yang Maha Agung yang mengatur dan menilai segala proses dan usaha kita. 
Berproses tak perlu banyak orang tau, begitupun keterasingan akan membawa kita kepada ketenangan, semoga usaha dan kerja keras kita selama ini akan dibayar lunas sama Allah SWT di kelak kemudian hari.


Disudut Meja Kerja
22/10/2015




Tidak ada komentar:

Posting Komentar