Senin, 23 November 2015

Memudahkan Masa Lalu


Serasa bergalau terus akhir – akhir ini saya mencurahkan segala bentuk tulisan yang ada di blog ini. Bisa dibilang saya tidak punya malu untuk bersendau gurau,  bahkan bebas memuat sajak atau kata – kata yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Sisi lain dari saya bisa terlihat dari segala macam tulisan yang termuat dalam blog ini. Macam tak ada tempat untuk bercerita saja sampai rela menghabiskan waktu di depan komputer hanya untuk sekedar menulis. Balik lagi ke pikiran awal dari saya membuat blog ini..

Memudahkan tanpa harus menyakitkan, saat sedihpun memudahkan perasaan agar menerima kondisi yang terjadi. Menyemangati diri sendiri agar tidak selalu memikirkan perasaan yang bergejolak. Memudahkan menerima dan memudahkan dalam kondisi apapun ingat akan Tuhan. Selama ini memudahkan selalau menjadi investasi akan pengorbanan dimasa depan. Ingat dimasa lalu, memudahkan menerima kondisi yang ada dan memdahkan memaafkan akan sebuah pengkhianatan dan memudahkan jalan dia untuk berjalan mengejar cita – citanya.

Saat terpurukpun jiwa ini terasa dimudahkan untuk diangkat dengan sebuah kebahagiaan yang datang silih berganti. Memudahkan juga berarti mengingat, mengingatkan untuk sebuah perjuangan yang selama ini kau lakukan. Terasa nikmatnya kala perjuangan di selimuti rasa ingin memudahkan orang lain. Dan selama inilah rasa itu ada, tidak ada rasa memudahkan itu dengan meninggalkan. Meninggalkan sayat luka dan trauma..
Dua bait diawal sepenggal perjalanan yang sebagaian manusia pernah mengalami dan mungkin bisa sama persis cerita diatas. Memudahkan dalam kaitan dengan sisi manusia bisa dalam hal pekerjaan, perbuatan, sikap, perkataan dan banyak hal.
Hadis diriwayatkan oleh al-lmam Muslim dengan lafaz ini.. Daripada Abu Hurairah r.a. daripada Nabi SAW, Baginda telah bersabda:

“ Barang siapa yang melepaskan seorang mukmin daripada satu kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskannya daripada satu kesusahan daripada kesusahan-kesusahan kiamat. Barangsiapa yang mempermudahkan bagi orang susah, niscaya Allah akan mempermudahkan baginya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aib di dunia dan akhirat. Allah sentiasa bersedia menolong hambaNya dimana dia suka menolong saudaranya.”

“ Barangsiapa yang melalui suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan mempermudahkan baginya suatu jalan menuju ke surga. Sesuatu kaum tidak berkumpul di salah sebuah rumah-rumah Allah (iaitu masjid) sambil mereka membaca Kitab Allah dan mengkajinya sesama mereka melainkan suasana ketenangan akan turun ke atas mereka, rahmat akan melitupi mereka dan mereka akan di kelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut (perihal) mereka kepada orang-orang yang berada di sisiNya. Barangsiapa yang terlambat amalannya, niscaya nasab keturunannya tidak mampu  mempercepatkannya.”

Dalam agama kita jelas dan gamblang tentang penjelasan mempermudah urusan bagi setiap insan didunia, asalkan masih dalam koridor tidak bertentangan dengan agama.
Memaafkan kesalahan masa lalu yang telah kita lalui adalah jalan terbaik buat kita untuk memperbaiki diri kita menjadi lebih baik. Memudahkan jalan kita untuk lebih bisa mengevaluasi diri dan menjadi insan yang selalu beriman. Kegalau dan baper (bawa perasaan) yang ada selama ini, hanyalah selimuti setan yang membuat kita enggan untuk berbuat menolong orang lain,

Memudahkan  memberi maaf pada masa lalu, memudahkan membuat rencana masa depan yang bijak. Sebisa mungkin mensyukuri nikmat perjalanan masa lalu dengan saling memudahkan memberi maaf pada perasaan..

Disudut Meja Kerja
23/11/2015



Senin, 16 November 2015

Tentram Selalu


....4 tahun berlalu dengan sebuah kenangan yang sulit terlepas dari kehidupan ini,. Sedikit menyiksa, namun semua harus dijalani. Memberikan ruang buat mengingatkan makna kebersamaan dan kekuatan rasa memiliki...

Biarlah saya sendiri yang merasakan, sejak 4 tahun lalu begitu susah membawa beban ini dari fikiran yang terus membelenggu. Sampai saat inipun rasa itu tidak akan pernah sirna, ya sebentar duduk membahas serta menulis kenangan masa lalu yang kadang malas untuk di share dengan orang lain. Ya ujung dari pertemuan adalah sebuah perpisahan. Dengan kesempurnaan waktu dan jalan yang indah dari sebuha hubungan. Setiap argumen dan alasan hanya sebuah ujian dari sebuah ketulusan mencintai.

Hingga saat inipun saya masih bisa berdiri dan bertahan dengan kesetiaan ini. Memberikan arti kebersamaan yang hingga kapanpun masih berasa. Tuhan itu maha adil, dimana saat ingin melupakan disitu rindu selalu membuntuti jiwanya.

Sekedar menyemangati diri kala jauh darinya, kekosongan jiwa ini selalu mengalir doa selalu ingin bersamanya dikemudian hari nanti. Hanya sebuah perasaan yang kadang tak memiliki masa di tengah kegundahan bercerita.

Membiasakan tanpamu, membiasakan memberi ruang untuk orang lain, membiasakan mengisi rasa rindu dengan membaca makna dari sebuah rencana ini. Ruang bertutur cerita yang tak akan terbiasa dengan segala senyum dan kacamata dari “syurga”, sebuah jelly yang selalu dibawa kala bertemu dan makan bersama dan makna keluarga yang hangat saat bertamu di tanah tentram. Tentram selalu jiwa yang dekat denganmu, tentram selalu kala januari datang dengan penuh cerita.

Di sudut meja kerja

16/11/2015

Senin, 09 November 2015

Berusaha dan Sabar

Berusaha menjadi produktif menulis blog  di sela - sela waktu kerja itu memang tidak segampang berucap saat deadline presentasi tidak membayangi. Awal bulan dan akhir bulan yang selalu di sibukkan dengan  presentasi dan meeting bulanan yang menguras tenaga dan pikiran. 


Note : Memaksakan diri ini mengetik sembari pikiran berangan - angan apa saja hal kemarin yang terjadi

Fokus.........
Fokus........

Awalnya hanya massager an sama Rofiq memberi tahu buku TPA (Test Potensial Akademik) yang menurutku bagus untuk bekal test kerja. Eh.. langsung aja dia ngirimin undangan pernikahan Fika dengan Fian.. Shock therapy sedikit sih, berhubung saya hanya pengagum rahasianya, It's Ok,(menghela nafas dan berusaha tenang dan bijak).  Malah senang dengan kabar ini, semoga dia sering bercerita di blog nya dan saya akan lebih sering untuk membuka dan membaca tulisannya, minimal saya bisa lebih semangat menulis lagi...

Tak sampai disitu dari awalnya hanya buku TPA berlajut ke undangan pernikahan  Fika berlanjut ke bully - bullyan macam anak SD atau SMP yang masih hobi ngecengin temennya sendiri. Walaupun usia bertambah dan zaman sudah mulai menggerogoti usai, toh bullyan tetap saja masih ada hingga sekarang. Tapi bedanya sekarang yang dibahas pasti soal pernikahan. 

Dan.. tret tet tet tet.......... Tersangka utamanya adalah saya sendiri, selalu yang dipojokkan dalam masalah pernikahan. Entah mengapa yang jadi sasaran selalu diriku dalam hal ini.. Sampai saat ini saya belum menemukan jawabannya.

Namanya juga kawan, bercandaan tiada sensor, bercerita tiada batas. Dari masalah agama sampai masalah wanita. Tak pernah ada batas waktu, jarak dan masa. Kapanmu bisa bebas cerita. Kadang pagi buta udah WA atau BBM. kadang saya sudah mau molorpun di bela- belain melek buat jawab massager

Entah sampai kapan si jomblo - jomblo bahagia ini bisa menemukan cinta. Masih fokus, fokus dan fokus akan kemandirian financial. Ya.. menunggu saat yang tepat dimana waktu, tempat dan orang yang tepat pula yang akan hadir di sisa usia ini.

Sembari bercerita dan menikmati segelas kopi dan buah kecapi yang begitu menggoda di depan meja kerja ini. Sepenggal cerita hari kemarin yang tidak utuh tersaji dalam selembar ini. Walapun keterbatas memori pengingat dan keterbatasan dalam menulis. Sajian ini tak akan cukup mengobati cerita masa lampau yang belum tercover dengan baik di tempat ini.

Disana mungkin cerita ini tak berarti , tapi bagi yang menjalaninya si jomblo - jomblo bahagia, sedikit bisa memberikan ruang bercerita dan memori masa depan yang indah bila dikenang. Biarlah yang sederhana ini bisa memberikan sentuhan makna di masa tua nanti. Kami masih sanggup membangun mimpi - mimpi kami yang belum terwujud, kami masih kuat sendiri membawa bahagia bagi keluarga dan kami tak pernah surut menemukan pendamping dimasa depan kami.

Ya memang belum menemukan tapi kami selalu berupaya, berupaya bekerja dengan jujur dan jauh dari riba, berusaha menghindari zina dengan  banyak berpuasa dan berusaha membahagiakan orang tua dengan samampu kita. Biarlah kehidupan di dunia ini misteri yang berujung akan kematian.

Bahagia itu sesederhana tidur nyenyak dimalam hari dan bangun di pagi hari. Kemudahan itu bersama orang yang sabar. Sabar menanti dan sabar berusaha tanpa pernah menyerah. 




Disudut Meja Kerja
09/11/2015