Serasa
bergalau terus akhir – akhir ini saya mencurahkan segala bentuk tulisan yang
ada di blog ini. Bisa dibilang saya tidak punya malu untuk bersendau
gurau, bahkan bebas memuat sajak atau
kata – kata yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Sisi lain dari saya bisa
terlihat dari segala macam tulisan yang termuat dalam blog ini. Macam tak ada
tempat untuk bercerita saja sampai rela menghabiskan waktu di depan komputer
hanya untuk sekedar menulis. Balik lagi ke pikiran awal dari saya membuat blog
ini..
Memudahkan tanpa harus menyakitkan, saat
sedihpun memudahkan perasaan agar menerima kondisi yang terjadi. Menyemangati
diri sendiri agar tidak selalu memikirkan perasaan yang bergejolak. Memudahkan
menerima dan memudahkan dalam kondisi apapun ingat akan Tuhan. Selama ini
memudahkan selalau menjadi investasi akan pengorbanan dimasa depan. Ingat
dimasa lalu, memudahkan menerima kondisi yang ada dan memdahkan memaafkan akan
sebuah pengkhianatan dan memudahkan jalan dia untuk berjalan mengejar cita –
citanya.
Saat terpurukpun jiwa ini terasa
dimudahkan untuk diangkat dengan sebuah kebahagiaan yang datang silih berganti.
Memudahkan juga berarti mengingat, mengingatkan untuk sebuah perjuangan yang
selama ini kau lakukan. Terasa nikmatnya kala perjuangan di selimuti rasa ingin
memudahkan orang lain. Dan selama inilah rasa itu ada, tidak ada rasa
memudahkan itu dengan meninggalkan. Meninggalkan sayat luka dan trauma..
Dua bait diawal sepenggal perjalanan yang
sebagaian manusia pernah mengalami dan mungkin bisa sama persis cerita diatas.
Memudahkan dalam kaitan dengan sisi manusia bisa dalam hal pekerjaan,
perbuatan, sikap, perkataan dan banyak hal.
Hadis
diriwayatkan oleh al-lmam Muslim dengan lafaz ini.. Daripada Abu Hurairah r.a.
daripada Nabi SAW, Baginda telah bersabda:
“ Barang
siapa yang melepaskan seorang mukmin daripada satu kesusahan-kesusahan dunia,
niscaya Allah akan melepaskannya daripada satu kesusahan daripada
kesusahan-kesusahan kiamat. Barangsiapa yang mempermudahkan bagi orang susah,
niscaya Allah akan mempermudahkan baginya di dunia dan di akhirat. Barangsiapa
yang menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aib di dunia dan
akhirat. Allah sentiasa bersedia menolong hambaNya dimana dia suka menolong
saudaranya.”
“ Barangsiapa
yang melalui suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan mempermudahkan
baginya suatu jalan menuju ke surga. Sesuatu kaum tidak berkumpul di salah
sebuah rumah-rumah Allah (iaitu masjid) sambil mereka membaca Kitab Allah dan
mengkajinya sesama mereka melainkan suasana ketenangan akan turun ke atas
mereka, rahmat akan melitupi mereka dan mereka akan di kelilingi oleh para
malaikat dan Allah akan menyebut (perihal) mereka kepada orang-orang yang
berada di sisiNya. Barangsiapa yang terlambat amalannya, niscaya nasab
keturunannya tidak mampu mempercepatkannya.”
Dalam agama
kita jelas dan gamblang tentang penjelasan mempermudah urusan bagi setiap insan
didunia, asalkan masih dalam koridor tidak bertentangan dengan agama.
Memaafkan
kesalahan masa lalu yang telah kita lalui adalah jalan terbaik buat kita untuk
memperbaiki diri kita menjadi lebih baik. Memudahkan jalan kita untuk lebih
bisa mengevaluasi diri dan menjadi insan yang selalu beriman. Kegalau dan baper
(bawa perasaan) yang ada selama ini, hanyalah selimuti setan yang membuat kita
enggan untuk berbuat menolong orang lain,
Memudahkan memberi maaf pada masa lalu, memudahkan
membuat rencana masa depan yang bijak. Sebisa mungkin mensyukuri nikmat
perjalanan masa lalu dengan saling memudahkan memberi maaf pada perasaan..
Disudut Meja Kerja
23/11/2015