Senin, 28 Maret 2016

Mari Tersenyum

Dalam diri manusia terdapat 3 elemen utama yang berpengaruh besar dalam kehidupan kita sehari-hari. 3 elemen tersebut adalah  Pikiran, Emosi, Tubuh.  Saya singkat dengan sebutan PET.Pikiran (mind), Emosi (emotion), dan Tubuh (body), ketiga elemen ini saling terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain dan pada akhirnya menghasilkan Perilaku tertentu.
               Ketika emosi kita mengalami perubahan, maka kondisi pikiran dan tubuh lainnya ikut berubah. Demikian juga seandainya pikiran atau tubuh kita mengalami perubahan, maka dua elemen lainnya ikut terpengaruh.
             Cara ini paling murah dan mudah, tetapi di saat yang bersamaan. Paling mudah karena untuk tersenyum, teman-teman hanya perlu menggerakkan otot muka bagian bibir, mata, dan sekitar. Bahkan tersenyum lebih mudah dilakukan dibanding cemberut. Tidak perlu mengeluarkan biaya apapun. Namun paling sulit karena biasanya ketika kita tersenyum secara paksa, kita akan merasa seperti sedang menipu diri sendiri.
Description: manfaat senyumKetika kita merasa sedang menipu diri sendiri, tetaplah tersenyum karena dengan sebuah senyum kecil, pesan yang disampaikan ke otak kita sangat besar. Tersenyum akan menyampaikan pesan ke otak bahwa kita sedang gembira, senang, puas, dan perlahan-lahan pesan ini akan diteruskan otak secara “sembunyi-sembunyi” ke bagian emosi kita. Sehingga emosi kita perlahan-lahan akan menjadi baik juga.
Ternyata otak kita itu dapat membedakan senyum yang palsu dan tulus. Semua dianggap sama dan menghasilkan reaksi yang sama terhadap diri kita. Berdasarkan penelitian, senyum membawa banyak manfaat, antara lain :
-            Otak melepaskan hormon endorphin, salah satu hormon yang selalu dikatakan sebagai hormon kebahagiaan.
-          Menurunkan level stres.
-          Mengencangkan otot wajah dan membuat terlihat lebih muda.
-          Membakar kalori
-          Meningkatkan kepercayaan diri.
-          Meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit.
Mari awali hari kita dengan senyuman yang iklas dari diri..

Selasa, 22 Maret 2016

Toleransi

Sudah hampir 3 bulan saya terlalu enggan beranjak dari rasa malas untuk menulis dan mengisi blog ini yang seakan kosong oleh kerjaan. Tak dipungkiri juga menulis disela - sela waktu kerja juga tidak gampang. Kerjaan yang datang silih berganti serta schedule yang datang dilaur rencana. Selain malas nulis dirumah akibat laptop yang sudah berapa tahun rusak dan enggan membawa ke tempat service dan masih menyalurkan hobi lama yang lama kependam menjadi " Chef". 

Berharap di tahun yang baru ini. langkah yang telah disusun di tahun kemarin bisa terealisasi. Hopely bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. tak berharap lebih banyak dari apapun. Ya.. Sederhana impian bagi seorang insan yang lemah ini. 

'''''''

Bukanlah hal yang menarik untuk saya tulis mengenai tema ini, cukup saya saja yang merasakan akan tidak indahnya toleransi yag saya alami di bagian saya bekerja. Tapi geregetan juga untuk menulis dan bisa memberikan pembelajaran buat penulis sendiri.

Tidak mudah untuk bisa move on dari tempat kerja yang kemarin, sudah 3 tahun lebih waktu kebersamaan untuk selalu berjuang dan saling memotivasi agar bisa sukses. Tapi apalah daya saya terlalu lemah buat survive dan mengahapinya. Bukanlah psikis atau fisik, tapi lebih ke prinsip dan kayakinan yang kuat untuk bisa berjuang dan bekerja dengan ikhlas. Prinsip itu roh dan jiwa kita dalam bertindak sedangkan keyakinan adalah kekuatan dalam bertindak dan ikhlas adalah hasil yang terus terasa.

Terasa banget kerja di tempat baru, banyak tantangan dan kesempatan yang hadir mewarnai sehari - hari. Bukan membandingkan yang lama dengan yang baru, tapi lebih kesempatan buat kita untuk beribadah tanpa ada rasa takut dan tenang itulah yang aku cari. Prinsip menghargai dan menghormati disini lebih besar dibandingkan dengan tempat yang lama.

Saya selalu ingat prinsip "dimana bumi berpijak, disitu langit di junjung". Sebagai bujang yang masih status perantau nomaden. Bukankah perbedaan itu fitrah manusia, bukankah beribadah hak manusia juga...?

Tak dapat dipungkiri juga saat saya dan temen - teman di korea, Kita menghargai dan menghormati kebiasaan mereka tanpa mengindahkan keyakinan kita. Beda orang beda pemikiran, dilain sisi membuka pergaulan akan memberikan pembelajaran teloransi.

Konflik personal dengan personal lainnya harusnya dengan cepat terbaca oleh management untuk dicarikan solusi dan jalan tengah tentang masalah ini. Bukan masalah kecil atau besarnya, bukan masalah siapa yang lebih berkuasa. 

Sudah waktunya dijaman yang modern dan manusia makin dewasa, hal intoleransi harusnya tidak terjadi. Bukankah tempat kerja ini berorientasi global dan merekrut karyawan dengan kualitas baik. Mungkin hanya individu atau personal tertentu saja yang bisa merusak kenyamanan bekerja. Individu yang mengaku punya pengalaman, individu yang berasal dari negara maju. 

Tolerasi bukan masalah dari mana individu berasal, bukan masalah tua ataupun muda. Toleransi berasal dari individu - individu yang punya jiwa kesatria akan indahnya sebuah perbedaan.

Semoga tulisan ini membuka mata batin pribadi saya untuk lebih peduli dengan lingkungan dan sosial di sekitar saya bekerja. Hal sedikit ini berharap bisa membawa perubahan di perusahaan ini.


Care to your Colleague